Pimpinan Fakultas dalam melaksanakan kepemimpinannya selalu berorientasi pada visi misi Fakultas yang selaras dengan peningkatan  atmosfir akademik untuk menghasilkan lulusan yang unggul serta meningkatkan kompetensi dan daya saing pada dunia pendidikan dan dunia kerja yang lebih lanjut. Dalam melaksanakan tugasnya, Pimpinan Fakultas dan Pimpinan Program Studi selalu melibatkan dan menghimpun semua potensi sumber daya yang ada yaitu dosen dan karyawan, laboratorium, sarana dan prasarana, perpustakaan, dan kurikulum, serta membangun komunikasi dan meningkatkan akses informasi kepada semua pihak dalam peningkatan akreditasi dan aktif mengikuti hibah kompetisi.deskripsi mengenai pola kepemimpinan dalam fakultas sastra dapat digambarkan sebagai berikut:

A. KEPEMIMPINAN OPERASIONAL

Dalam memperlancar komunikasi antar pimpinan, maka dibuatlah sistem SMS Gateway dan website www.universitasbosowa.ac.id sebagai sarana dalam memberi informasi akademik/ non akademik antara pimpinan fakultas dan prodi di lingkungan Fakultas Sastra Universitas Bosowa Makassar. Pertemuan formal melalui rapat-rapat resmi secara periodik 3 kali dalam setiap semester di lingkungan Fakultas Sastra yang dihadiri oleh dosen dan tenaga kependidikan. Pertemuan formal dilakukan untuk membahas implementasi dari program yang telah direncanakan sebelumnya.

B. KEPEMIMPINAN ORGANISASI

Pimpinan Fakultas dan Pimpinan Program Studi dilingkungan Fakultas Sastra selalu berupaya meningkatkan profesionalisme dosen dengan mengikutsertakan pada program seminar, workshop, studi lanjut, penulisan karya ilmiah dan pengabdian kepada masyarakat. Program kegiatan kemahasiswaan juga sangat diperhatikan dengan pengiriman perwakilan mahasiswa pada acara kompetisi baik ilmiah maupun olahraga ditingkat Universitas, regional, maupun nasional.

C. KEPEMIMPINAN PUBLIK

Dari aspek kepemimpinan public, Pimpinan Fakultas Sastra juga memiliki karakter yang kuat dalam kepemimpinan public. Kondisi ini dapat dilihat dari keterlibatan Pimpinan Fakultas sastra dalam berbagai organisasi baik sebagai pengurus maupun sebagai narasumber. Pelaksanaan aspek kepemimpinan public telah menghasilkan pola pengembangan yang berkaitan dengan kerja sama dengan pihak luar.