1.  MONITORING PEMBELAJARAN

Untuk memonitor dan mengevaluasi proses pembelajaran, fakultas melalui bidang akademik dan kemahasiswaan bersama-sama perangkat Departemen dan Prodi melakukan kegiatan monitorng perkuliahan untuk memantau kelancaran perkuliahan. Pada akhir perkuliahan, fakultas beserta Departemen/prodi melakukan evaluasi proses perkuliahan dengan menganalisis BAP (Berita Acara Perkuliahan) dan angket yang diberikan kepada para mahasiswa untuk mendapatkan masukan.

Hasil analisis BAP dan angket disampaikan kepada para ketua Departemen dan ketua program studi untuk menjadi masukan dalam perbaikan kualitas perkuliahan semester berikutnya. Hasil rekapitulasi BAP-nya juga dilaporkan kepada Badan Penjaminan Mutu UNIBOS sebagai bahan evaluasi tingkat universitas. Hasil penilaian kepuasan mahasiswa atas kinerja dosen dilakukan oleh SPM setiap akhir semester secara daring. Hasil survey dapat diakses oleh dosen-masing baik dari aspek kuantitatif maupun kualitatifnya. Selain itu, Ketua Prodi dapat mengakses hasil survey dosen-dosen yang ada di prodi-nya, sedangkan Dekan dapat mengakses hasil survey semua dosen di Fakultas. Hasil survey digunakan oleh pimpinan fakultas dan prodi untuk memperbaiki kualitas PBM secara keseluruhan. Dekan dapat memberikan teguran kepada dosen yang berturut-turut hasil surveynya tidak meningkat atau mendapatkan komentar negatif dari mahasiswa.

Selain secara daring, sejumlah Prodi seperrti Prodi Sastra Inggris melakukan survey atas kinerja dosen secara manual dan hasilnya dilaporkan kepada setiap dosen secara berkala.

2.  EVALUASI PROSES PEMBELAJARAN

Fakultas Sastra memiliki bukti tertulis tentang analisis dan evaluasi pemutakhiran kurikulum jurusan/program studi dan tindaklanjut untuk penjaminan mutu secara berkesinambungan. Dalam pengembangan kurikulum maka proses monitoring dan evaluasi terhadap metode pembelajaran antara lain dioptimalkan monitoring dan evaluasi terhadap dosen. Untuk itu ada evaluasi terhadap kegiatan perkuliahan di kelas, materi atau bahan perkuliahan, termasuk soal-soal ujian yang diberikan oleh dosen dalam UTS dan UAS. Untuk hal ini maka dibentuk mekanisme feedback berupa pembagian kuisioner tentang kinerja dosen dan perkuliahan kepada para mahasiswa selepas ujian UTS dan UAS. Selain itu mutu bahan ajar yang ada juga masih perlu ditingkatkan kualitasnya. Beberapa bahan ajar perlu memperhatikan kaidah buku ajar, seperti adanya GBPP, SAP, contoh soal atau kasus yang sesuai dengan perkembangan saat ini. Untuk meningkatkan kualitas bahan ajar ini maka dibentuk satuan tugas kelompok dosen perkuliahan yang berkompeten dibidangnya untuk menyusun bahan ajar maupun RPKPS yang lebih berkualitas. Solusi lainnya untuk mengatasi hal ini adalah diadakan pelatihan/pembinaan dalam pembuatan bahan ajar dan merancang proses Monev (monitoring dan Evaluasi) serta penghargaan/insentif, ataupun penalti, bagi para dosen pengampu mata kuliah. Monitoring kehadiran dosen dan materi perkuliahan di Fakultas Sastra dilakukan dengan 2 cara, yakni

(1) Dengan menyediakan daftar presensi kehadiran di TU dan presensi di kelas ketika perkuliahan. Untuk kehadiran mahasiswa, dimonitor melalui daftar hadir kuliah yang ditanda tangani dosen. Sedangkan sistem evaluasi pembelajaran diatur dalam pedoman, ada 4 komponen penilaian mata kuliah, yaitu aktivitas di kelas, tugas, ujian tengah semester, dan ujian akhir semester. Masing-masing komponen terdapat persentase sebagai berikut: tatap muka/aktivitas di kelas 10%, tugas terstruktur dan tugas mandiri 20%, ujian tengah semester (UTS) 30%, ujian akhri semester (UAS) 40%. Apabila seluruh kegiatan tersebut di atas dapat dilaksanakan oleh mahasiswa dengan memenuhi syarat yang ditentukan maka ia akan mendapatkan nilai berdasarkan Penghitungan Nilai Akhir berdasarkan bobot prosentase yang kemudian dikonversikan ke Huruf Mutu dan Angka Mutu sebagaimana diatur dalam Pedoman Pendidikan Fakultas Sastra.